Informasi saat ini dikonsumsi oleh masyarakat luas, baik bersifat positif atau sebaliknya, yang terpenting bahwa jadikan informasi itu sebagai pembenahan dalam berfikir dan menentukan sikap untuk menghadapi masa depan yang cerah.

Google

Thursday, January 10, 2008

Kampus Ku peduli bencana :)


Lamongan – stikomedu,
Bencana banjir yang menerjang sepanjang aliran sungai Bengawan Solo, membuat beberapa kota di Jawa Timur berubah menjadi lautan. Kejadian diakhir tahun 2007 tersebut membuat seluruh civitas akademika STIKOM Surabaya tergerak untuk meringankan beban dengan menggelar penggalangan dana.

Penggalangan dana dilaksanakan dalam dua kelompok yaitu dari mahasiswa dan karyawan. Untuk penggalangan dana mahasiswa, dilakukan oleh bagian kemahasiswaan dan Senat Mahasiswa (Sena). Menurut Jefri Dwiyanto dari kemahasiswaan, penggalangan dana mahasiswa salah satunya dilakukan pada saat ujian. “Karena pada saat yang sama kita sedang melaksanakan ujian akhir semester (UAS).” ujar Jefri.

Sedang penggalangan dana untuk karyawan dan dosen dilakukan oleh bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), dengan menyalurkan amplop sumbangan ke seluruh departemen dan jajaran pimpinan. Seluruh penggalangan dana berlangsung selama dua hari.

Dari dana yang terkumpul kemudian panitia menetapkan sumbangan yang akan dikiriman berupa beras, mie instan, snack, peralatan penerangan, dan lotion anti nyamuk. Setelah melalui rapat dan koordinasi, panitia menetapkan penyaluran sumbangan ke kota Lamongan.

Alasan dipilihnya Lamongan karena beberapa desa dikota soto tersebut masih terisolasi dan genangan banjirnya masih tinggi. “Dari koordinasi dengan beberapa pihak, ternyata hampir seluruh daerah di kota Bojonegoro sudah terjangkau oleh bantuan, serta banjirnya pun sudah mulai surut. Sedangkan yang belum banyak terjangkau ialah di kota Tuban dan Lamongan, untuk itulah kita putuskan menyerahkan bantuan ke sana.” terang Yohanes Subiyantoro, selaku ketua panitia bakti sosial.

Untuk memperlancar proses penyerahan bantuan yang dilaksanakan, Rabu (9/1), panitia bekerjasama dengan Pangkalan Marinir Surabaya. Dengan menggunakan satu unit truk besar dari Marinir, rombongan sejumlah 10 orang dari STIKOM dan dua anggota Marinir berangkat menuju desa Mojo Asem, kecamatan Laren – Lamongan.
Setelah menempuh perjalanan lebih kurang dua jam, rombongan sampai di desa yang terletak persis dipinggir Bengawan Solo tersebut, untuk mencapai lokasi, rombongan harus menyeberangi Bengawan Solo terlebih dulu. Dengan membawa 700 kg beras, 80 dos mie instan, dan beberapa sumbangan lainya, rombongan menyeberangi Bengawan menggunakan perahu warga setempat.
Sesampai di desa Mojo Asem, rombongan langsung disambut oleh perangkat desa setempat dan langsung membagikan bantuan pada warga yang menjadi korban banjir di posko yang telah disediakan. Selesai membagi bantuan, dengan menggunaan perahu, rombongan langsung beranjak ke beberapa desa di berbatasan Tuban - Lamongan untuk melihat beberapa tempat yang masih terisolasi karena luapan banjir yang masih tinggi. Beberapa desa tersebut diantaranya Jabung dan Dateng, didesa-desa tersebut ketinggian air mencapai lima meter, sehingga banyak persawahan dan rumah terendam.

2 comments:

ranger merah said...

blog yang menarik. oia, jangan lupa mampir ke sini ya...

hailey said...

Hi, I came across your site and wasn’t able to get an email address to contact you. Would you please consider adding a link to my website on your page. Please email me back and we'll talk about it.

Thanks!

Hailey William
haileyxhailey@gmail.com